Palu, 26 Maret 2026 - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Novalina, selaku Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, memberikan tanggapan resmi terkait dinamika keterwakilan perempuan dalam proses seleksi yang tengah berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam keterangannya, Sekda menegaskan bahwa Pemprov Sulteng tidak hanya menjunjung tinggi kesetaraan gender sebagai prinsip norma penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka, objektif, dan bebas dari diskriminasi. Seleksi ini dirancang untuk memberikan ruang yang sama bagi seluruh ASN tanpa membedakan latar belakang, di mana siapa pun yang memenuhi kualifikasi memiliki kesempatan kompetisi yang adil.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa tidak ada satu pun ketentuan dalam regulasi seleksi yang membatasi pendaftar berdasarkan jenis kelamin tertentu. Menurut pandangan beliau, tingkat keterwakilan perempuan dalam struktur birokrasi pemerintahan tidak semata-mata ditentukan oleh penerapan kebijakan afirmatif semata, melainkan sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi aktif serta kesiapan individu ASN perempuan itu sendiri dalam mengambil peran kepemimpinan strategis. Oleh karena itu, dorongan internal dari dalam diri setiap aparatur sangat diperlukan agar mampu bersaing secara sehat bersama kandidat lainnya dalam setiap tahapan seleksi jabatan yang diselenggarakan secara transparan oleh panitia.
Menanggapi berbagai isu berkembang mengenai dugaan minimnya keterwakilan perempuan dalam hasil seleksi administrasi, pihak panitia memaparkan data faktual secara terbuka kepada publik. Berdasarkan data resmi yang tercatat, dari total keseluruhan 85 peserta yang mendaftar dan dinyatakan lolos verifikasi administrasi, sebanyak 19 peserta atau mencakup sekitar 22 persen merupakan pegawai negeri sipil perempuan. Angka partisipasi ini dinilai cukup merepresentasikan kondisi riil di lapangan, sekaligus membuktikan bahwa pintu kesempatan telah dibuka seluas-luasnya bagi semua pihak yang berminat mendaftarkan diri secara resmi demi mengikuti kompetisi terbuka ini.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Ketua Pansel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian, dedikasi, serta komitmen kuat dari 19 rekan ASN perempuan yang telah mengambil langkah besar untuk ikut ambil bagian. Meskipun demikian, pihak panitia seleksi secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan ataupun keharusan untuk memaksakan pencapaian persentase angka tertentu apabila dari segi jumlah partisipasi pendaftar sejak awal memang terbatas. Bagaimanapun juga, dinamika pendaftaran sangat bergantung pada kesiapan administratif maupun mental para calon peserta yang ingin menduduki posisi pimpinan tinggi pratama di lingkup instansi pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Ibu Novalina menjelaskan bahwa meskipun faktor keterwakilan perempuan memiliki nilai penting baik secara simbolis maupun substantif, Panitia Seleksi tetap memikul tanggung jawab moral yang sangat besar. Tanggung jawab tersebut adalah mengutamakan keunggulan kompetensi secara komprehensif agar para pejabat yang terpilih nantinya benar-benar kapabel. Hal ini menjadi krusial mengingat pejabat definitif yang lolos akan memikul tanggung jawab yang berat dalam melaksanakan berbagai kebijakan strategis serta memberikan pelayanan publik terbaik bagi seluruh masyarakat di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah untuk jangka waktu yang panjang ke depan tanpa hambatan berarti.
Pansel menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mencari pengisi posisi jabatan kosong semata, melainkan berorientasi pada pencarian figur pemimpin yang memiliki kompetensi mumpuni. Pemenuhan target kuota keterwakilan tertentu dipandang tidak boleh dilakukan dengan cara mengabaikan standar kualitas kepemimpinan yang telah ditetapkan secara profesional. Mengingat tantangan birokrasi masa depan yang semakin kompleks dan sarat persaingan, kapasitas serta kapabilitas mutlak dijadikan sebagai tolok ukur utama yang tidak bisa ditawar dalam kondisi apa pun demi kemajuan daerah.
Sebagai seorang figur perempuan yang saat ini sukses menduduki jabatan tertinggi di jajaran birokrasi provinsi, Sekda secara tegas menepis anggapan miring mengenai adanya praktik diskriminasi gender. Keberadaan beliau sebagai Ketua Pansel justru menjadi bukti nyata bahwa Pemprov Sulteng sangat menghargai peran perempuan di posisi strategis. Proses seleksi saat ini masih berjalan dan memasuki tahap uji publik, di mana seluruh masukan masyarakat akan dihimpun sebagai bahan pertimbangan Gubernur selaku Pejabat Pembina Kepegawaian.
Sumber : PPID Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah
