Palu, Sulawesi Tengah – Suasana di ruang kerja Wakil Gubernur Sulawesi Tengah tampak lebih sibuk dari biasanya. Mengingat usia Provinsi Sulawesi Tengah yang akan segera menginjak angka ke-62, Pemerintah Provinsi tidak ingin setengah-setengah dalam melakukan persiapan. Rapat koordinasi intensif pun digelar sebagai langkah krusial untuk memastikan setiap detail rencana perayaan telah terpantau dengan akurasi tinggi dan matang.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Kepemimpinan beliau dalam pertemuan tersebut memberikan sinyal kuat bahwa peringatan hari jadi tahun ini bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan, melainkan sebuah manifestasi rasa syukur dan refleksi atas perjalanan panjang provinsi ini dalam membangun kesejahteraan masyarakat di tanah Tadulako.
Kehadiran jajaran Kepala Perangkat Daerah menunjukkan solidaritas birokrasi yang solid. Salah satu figur sentral dalam diskusi ini adalah Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd., selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng. Beliau memegang peranan vital karena sektor pariwisata dan kebudayaan diproyeksikan menjadi "wajah" utama dalam kemeriahan perayaan yang akan melibatkan partisipasi publik secara luas.
Dalam kapasitasnya sebagai koordinator Seksi Kesenian dan Kebudayaan, Diah Agustiningsih memaparkan rencana strategis mengenai pengaturan jadwal dan alur acara puncak. Fokus utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara kekhidmatan prosesi formal dengan kemeriahan pesta rakyat. Hal ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan euforia hari jadi provinsi dengan tertib dan berkesan.
Sisi edukasi dan pelestarian juga menjadi sorotan utama dalam paparan tersebut. Rangkaian lomba seni dan budaya telah dirancang secara apik untuk membangkitkan kebanggaan lokal, terutama bagi generasi muda. Melalui kompetisi ini, Pemerintah Provinsi berupaya memastikan bahwa warisan leluhur Sulawesi Tengah tidak hanya tersimpan di museum, tetapi tetap hidup dan berdenyut di tengah modernisasi.
Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, dalam arahannya menekankan bahwa HUT ke-62 ini harus menjadi panggung bagi kekayaan identitas budaya Sulawesi Tengah untuk dikenal lebih luas, bahkan hingga ke kancah internasional. Beliau menginstruksikan adanya sinergi lintas sektoral yang kuat, sehingga setiap perangkat daerah bekerja dalam satu frekuensi yang sama demi menghindari tumpang tindih fungsi di lapangan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan sebuah komitmen kolektif yang bulat dari seluruh Kepala Perangkat Daerah. Dengan semangat kebersamaan, mereka berjanji untuk mengawal seluruh rangkaian acara mulai dari persiapan teknis hingga hari puncak peringatan. Semangat ini menjadi modal utama bagi Sulawesi Tengah untuk menyambut usia baru dengan optimisme dan kejayaan kebudayaan yang semakin kokoh.
Sumber : PPID Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah
