Sigi, 25 Juli 2026 - Perhelatan akbar Festival Danau Lindu 2026 di Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, akhirnya resmi ditutup dengan sukses dan meriah. Acara penutupan yang digelar pada malam hari ini dipadati oleh ribuan masyarakat lokal serta wisatawan yang sangat antusias memadati area panggung utama. Kehadiran khalayak ramai tersebut mencerminkan betapa tingginya minat masyarakat terhadap pelestarian seni budaya daerah yang dikemas secara menarik. Pemerintah daerah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dari awal pembukaan hingga malam perpisahan ini. Suasana kebersamaan begitu terasa kental di antara para pengunjung yang memadati lokasi wisata alam yang sangat indah tersebut.
Dalam sambutan penutupannya, Sekretaris Dinas Pariwisata menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian acara dari awal hingga akhir. Kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, akademisi Universitas Gadjah Mada, dan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata terbukti mampu mengangkat gaung Danau Lindu ke kancah nasional. Beliau menegaskan bahwa kesuksesan festival ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antarberbagai pihak lintas sektor. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga demi keberlangsungan program pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di masa depan. Peran aktif seluruh elemen masyarakat juga menjadi penentu utama dalam menjaga tradisi lokal agar tetap lestari.
Sebagai simbol keberhasilan komitmen jangka panjang, malam penutupan ini juga diisi dengan evaluasi singkat atas pelaksanaan nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya. Sinergi riset tata kelola destinasi wisata berbasis kearifan lokal dipastikan akan segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sigi secara menyeluruh. Pemerintah daerah bersama para pakar akademisi berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil riset tersebut ke dalam program nyata di lapangan. Langkah konkrit ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pelayanan pariwisata serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Harapannya, sektor pariwisata daerah dapat terus berkembang secara mandiri dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata.
Acara penutupan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta perwakilan instansi vertikal terkait. Kehadiran para tokoh penting ini menegaskan bahwa sektor pariwisata dan kebudayaan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah di Sulawesi Tengah. Dukungan nyata dari jajaran pimpinan daerah menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan potensi lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional. Para pejabat yang hadir tampak menikmati jalannya acara sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara festival. Sinergi kepemimpinan yang baik ini menjadi modal penting dalam mewujudkan visi pembangunan pariwisata yang inklusif dan berdaya saing.
Puncak kemeriahan malam penutupan semakin semarak dengan hadirnya penampilan spesial dari musisi kenamaan ibu kota, yaitu penyanyi berbakat Enau. Kehadiran artis nasional yang tengah naik daun ini sukses memukau ribuan penonton yang memadati dataran tinggi Lindu malam itu. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi ketika sang musisi naik ke atas panggung untuk menyapa para penggemarnya di Kabupaten Sigi. Penampilan yang energik dan memukau tersebut berhasil mencuri perhatian seluruh pengunjung dari berbagai kalangan usia yang hadir. Momen hiburan kelas atas ini memberikan warna tersendiri serta pengalaman yang sangat berkesan bagi jalannya festival.
Suasana malam semakin magis ketika Enau melantunkan lagu hits andalannya yang bertajuk Sesi Potret dengan penuh penghayatan. Penonton tampak bernyanyi bersama dan mengabadikan momen kebersamaan tersebut melalui ponsel pintar masing-masing di tengah udara dingin pegunungan. Penampilan spektakuler ini menjadikan penutupan Festival Danau Lindu 2026 sebagai kenangan indah yang tak terlupakan bagi siapa saja yang menyaksikannya. Perhelatan budaya ini sekaligus bertindak sebagai pemicu kebangkitan pariwisata Sulawesi Tengah yang memiliki daya saing global di masa depan. Dengan berakhirnya festival ini, harapan besar tertuju pada peningkatan kunjungan wisatawan serta kemajuan ekonomi kreatif lokal yang semakin mandiri.
Sumber : PPID Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah
