Palu, Sulawesi Tengah. Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, menghadiri undangan Launching Film Hidup Dengan Bencana yang digarap oleh Komunitas Sinekoci yang bergerak pada industri perfilman lab indiependent, merilis 4 trailer dari 5 film pendek yang bertemakan Hidup Dengan Bencana di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Rabu (28 / 09 / 2022)
Muhammad Ifdal Founder Komunitas Sinekoci Film lab dalam sambutan nya mengatakan, proyek film tersebut mengangkat tema yang berbeda beda, yang diambil di 10 titik lokasi di daerah Palu, Sigi, Donggala.
Ia juga mengatakan, proyek film ini bukan cuman mengangkat soal isu bencana alam tetapi juga mengangkat isu sosial di masyarakat, ke 5 film tersebut di garap oleh 4 kolektif yang berbeda yakni, Sinekoci berjudul, Yang hilang & Yang Tumbuh. Forum Sudut Pandang berjudul Saya Di Sini, Kau Di Sana. Nemu Buku berjudul Turun Ke Atas. Sikola Pomore berjudul Timbul Tenggelam, serta Tanigasi oleh Komunitas Tana Sanggamu.
Untuk di ketahui, Sinekoci Forum Sudut Pandang dan Nemu Buku berasal dari Kota Palu. Sedangkan Sikola Pomore dan Komunitas Tana Sanggamu berasal dari Toaya, Kabupaten Donggala. Menurutnya, pemutaran film dokumenter ini untuk memperingati 4 tahun pasca bencana 28 / 09 / 2018.
Sarah Adila selaku produser dan sutradara sinekoci film lab menerangkan
“Begitu banyak rintangan yang mereka hadapi pada saat proses pembuatan film dokumenter salah satu nya faktor eksternal yaitu pandemi Covid-19 yang tidak bisa mereka kendalikan, dan hal tersebut sangat mempengaruhi proses pembuatan film dokumenter”.
Sinekoci film lab menggelar diskusi kebencanaan,penampilan musik,sanggar seni dan stand up comedy yang merespon acara tersebut, kegiatan ini di laksanakan selama 3 hari berturut turut mulai dari tanggal 28, 29 dan 30 september 2022.
Sumber : PPID Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah.
